Ini Penyebab Rossi Tak Lagi Sejago Dulu

5
92267
Ini Penyebab Rossi Tak Lagi Sejago Dulu
Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha) MotoGP Assen, Belanda 2019 / runganSport © MotoGP.

Valentino Rossi sudah melakukan sebisanya, hanya saja dia tidak sanggup mengikuti pesaing-pesaingnya lagi, dan ini menjadi masalah baginya,- Giacomo Agostini.

Milan, runganSport — Musim 2019 menghantam pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi dengan sangat keras.

Paruh pertama telah usai, tapi jagoan Tavullia itu terlempar dari lima besar klasemen sementara.

Awal musim dilalui dengan kurang manis di Qatar, sempat bangkit lewat podium dua di Argentina dan Amerika, tapi setelah itu performa Rossi semakin meredup.

Puncak kesialan The Doctor malah dimulai di seri kandangnya di Mugello.

Italia, Catalunya dan Belanda menjadi petaka tak terhindarkan bagi Rossi, gagal finis beruntun tiga kali.

Membuat posisi Rossi tergusur sang tandem, Maverick Vinales.

Dua podium belum cukup untuk menggambarkan Rossi sebagai pembalap kuat, dia butuh menang setidaknya satu kali di paruh pertama.

Tapi kemenangan terasa hal asing nan sulit baginya, yang sebenarnya sudah berlangsung sejak dua musim lalu.

Legenda MotoGP Italia, Giacomo Agostini menyebut Rossi sudah tampil dengan usaha maksimalnya.

Tapi sayangnya ia tak bisa lagi mengejar para rival lantaran eranya telah lewat.

“Rossi sudah melakukan sebisanya, hanya saja dia tidak sanggup mengikuti pesaing-pesaingnya lagi, dan ini menjadi masalah baginya,” kata Agostini memberikan pendapatnya tentang Rossi kepada Quotidiano Nazionale, sebagaimana dikabarkan MotorSport.

Agostini yakin bahwa Rossi sudah berusaha maksimal, hanya saja MotoGP saat ini sudah berbeda dan bukan lagi era #46.

“Rossi melakukan banyak hal, hanya saja eranya telah selesai, sebagaimana era saya juga sudah selesai, jika tidak maka saya masih berada di lintasan hari ini,” tambah pria Italia itu.

Masa Rossi sebenarnya sudah tak ada lagi di MotoGP, hanya saya Rossi sendiri yang ingin selalu tampil, karena ia belum siap meninggalkan dunia yang begitu ia cintai selama ini,

“Rossi sangat menyukai balapan, hal ini yang mendorongnya untuk menghadapi kondisi sulit seperti sekarang,” jelas Agostini.

Tapi bagi seorang pembalap, tak ada yang benar-benar berakhir, keadaan bisa saja berbalik dan menguntungkan Rossi.

Agostini juga masih punya keyakinan bahwa pembalap Yamaha itu menggunakan pengalaman panjangnya untuk membalikkan keadaan.

“Rossi telah menjalani banyak balapan dan menang sepanjang hidupnya, dia punya pengalaman itu.

“Jadi menurut saya, secara teknis Rossi harusnya lebih tahu lebih dari pembalap lain.

Kalau ada yang tak beres dengan Yamaha dan ada sesuatu untuk berubah, penilaian dan keputusannya akan menjadi yang terbaik, selalu seperti itu,” seru Agostini.

Rossi terakhir kali menjadi juara dunia pada 2009 dan terakhir kali menang pada 2017 (Assen, Belanda).

Saat ini untuk naik podium saja Rossi mulai kesusahan, apalagi menang balap, apalagi menjadi juara dunia lagi.

Tapi seperti yang diyakini Agostini, keadaan bisa saja berbalik dan dalam balapan apapun bisa terjadi sebelum bendera finis dikibarkan.

Satu hal yang pasti, andai Rossi kembali menjadi juara dunia dan mengamankan gelar ke-10, maka pengaruhnya akan sangat luar biasa dan sangat lama.

Sebagaimana pengaruh gelar terakhir Rossi pada 2009 silam, yang masih terasa sampai saat ini.

Hasil menawan ini harusnya bisa menjadi penutup sempurna senja karir balap Grand Prix Rossi, semoga. (DN/eV)

NEXT: Yamaha: Rossi Bukan Lagi Masa Depan Kami

5 COMMENTS

  1. setidaknya. dibandingkan pembalap muda lainnya.. rosi masih terlau bagus. diusianya yg 40. dia masih bisa bertahan finis di top 5 dan top 10. dimana pembalap muda lainnya tdk bisa finis..
    ini moto GP. dimana semua pembalap adalah pembalap berbakat. semua pembalap mempunyai reputasi bagus. makanya mereka bisa tampil di moto GP.
    contoh saja lorenzo, carl clutcow, nakagami, mereka malah lebih buruk reputasinya dr pada rosi. dr semua pembalap honda. cuma marquest yg bersinar. pembalap honda lain malah melempem.
    ducati yg terkenal dengan motor top speed tercepat. toh buktinya dovi dan petruci juga tak mampu membendung laju marquest.
    jadi rasanya tak pantas. bila moto gp hanya menyudutkan seorang rosi saja. karna pada dasarnya semua pembalap moto gp adalah pembalap hebat.

  2. Jika kita amati dari semua rider motoGP nasibnya yg mengenaskan adalah V.Rossi…Ada salah satu media moto sport di Eropa yg meliput seorang enginering moto sport terkenal . Menurutnya sejak tahun 2015 hingga saat ini sulit mencari tandingan duet Rossi & Lorenzo (masih di Yamaha ) , dimana saat duet itu sangat menguasai semua sirkuit yg ada. Bahkan begitu dahsyatnya sesama rekan tersebut menjadi persaingan yg serius antara Rossi & Lorenzo, yg pada akhirnya Lorenzo juara dan berikutnya dia memilih keluar dr Yamaha. Namun Rossi pada saat itu sangat kuat sekali … Dan itu memang saat yg dinantikan oleh kalangan pebisnis…Dan ujung2 nya Bridgestone digantikan Michelin … Hal ini merupakan kerugian besar bagi Yamaha dan para ridernya …diibaratkan Yamaha dikebiri kekuatannya !! Jika tak terjadi jual-beli bisnis di motoGP mereka V Rossi & J Lorenzo akan sangat sulit dikalahkan hingga saat ini. Disitulah kelemahan Yamaha yg agak lambat dalam hal-hal yg baru dan dimanfaatkan oleh pesaing-pesaingnya. Itulah nasib yg kurang beruntung dr seorang V Rossi.

  3. Bagi kami pribadi sang raja motor gp patas di sematkan pd vale,karna gp tanpa vale bagai sayur tanpa garam.itu lah keistimewaan sang raja gp yg blm bisa di miliki oleh pembalap lain.

  4. Seleksi.alam tak bisa dihindari, benar kata Agostini saat ini bkn era Rossi lagi, kita tdk bicara 12 tahun lalu terakhir dia jadi juara dunia. Kehebatan apapun saat itu adalah skrng hanya sbg kenangan manis yg tak terlupakan. Atau paling ektrem misal nya skrng dpt motor yg paling kenceng pun saya tdk yakin mampu menjadi jusra dunia th.2021 ini…

  5. Seleksi.alam tak bisa dihindari, benar kata Agostini saat ini bkn era Rossi lagi, kita tdk bicara 12 tahun lalu terakhir dia jadi juara dunia. Kehebatan apapun saat itu adalah skrng hanya sbg kenangan manis yg tak terlupakan. Atau paling ektrem misal nya skrng dpt motor yg paling kenceng pun saya tdk yakin mampu menjadi jusra dunia th.2021 ini…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here