Mantan Petinggi Yamaha Ungkap Ambisi Super Gila Lorenzo

0
12440
Mantan Petinggi Yamaha Ungkap Ambisi Super Gila Lorenzo
Jorge Lorenzo (Monster Energy Yamaha) MotoGP 2020/ runganSport © Gold & Goose.

Karena keras kepala dan tak mau menerima kekalahan, Jorge Lorenzo punya ambisi untuk memenangkan seluruh balapan dalam satu musim, hal yang mustahil dilakukan oleh rider manapun.

Amsterdam, runganSportLegenda MotoGP asal Mallorca, Spanyol, Jorge Lorenzo dikenal sebagai pribadi yang sombong dan keras kepala selama berlaga di Grand Prix.

Ketika membela Yamaha yang dia lakukan selama sembilan musim, Lorenzo berhasil menjadi juara dunia sebanyak tiga kali, total lima kali dengan dua kelas di bawah MotoGP.

Ternyata salah satu kunci kesuksesan Lorenzo adalah keras kepala dan memiliki ambisi yang super gila.

Hal ini dungkap oleh mantan Track Engineer Yamaha pabrikan, Wilco Zeelemberg, yang kini memimpin tim Satelit Petronas Yamaha SRT.

Pria Belanda itu mengatakan bahkan Lorenzo tak ingin merasakan yang namanya kekalahan, namun mustahil bagi Lorenzo untuk memenangkan semua balapan dalam satu musim kompetisi.

“Ketika saya bergabung dengan tim, saya mengenal Lorenzo terutama karena pencapaiannya.

Dia memiliki bakat yang hebat, tapi pada saat yang sama dia adalah seorang pembalap yang melakukan banyak kesalahan.

Ambisi utama saya adalah membuatnya berpikir tentang caranya mendekati balapan.

Dia ingin terus-menerus menunjukkan bahwa dia adalah yang tercepat, dia selalu terdepan.

Saya membuatnya mengerti bahwa untuk menjadi juara dunia tidak masuk akal jika ingin memenangkan 18 Grand Prix dalam satu musim,” ucap Zeelenberg dalam wawancara dengan GP Racing, seperti diwartakan Motosan.

“Sangat penting untuk naik podium sesering mungkin. Saya pikir saya membantunya untuk tenang, untuk mengatur balapan dengan lebih tenang.

Selain itu, saya juga membantunya untuk lebih mengekspresikan perasaan dan sensasinya di atas motor.

Baca: Eks Track Engineer Yamaha Ungkap Masalah Rossi Sebenarnya

Saya mengajarinya cara berkomunikasi yang lebih baik dengan tim agar lebih efisien dan menghemat waktu selama pengujian,” sambung pria Belanda itu menuturkan. (DN/eV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here