Home Paddock Motor Ducati Masih Kesulitan Menikung

Motor Ducati Masih Kesulitan Menikung

Motor Ducati Masih Kesulitan Menikung
Marc Marquez (Repsol Honda) vs Andrea Dovizioso (Mission Winnow Ducati) Race MotoGP Spielberg, Austria 2019 / runganSport © MotoGP.

Motor Ducati MotoGP terkenal dengan top speed tinggi, tapi kelemahan motornya adalah lambat di tengah tikungan.

Spielberg, runganSport — Soal lintasan lurus, maka Ducati Desmosedici GP jagoannya, punya top speed paling gahar di lintasan.

Tapi perlahan mulai bisa diimbangi oleh kecepatan puncak motor Honda RC213V.

Jadi, sekarang Ducati bukan satu-satunya raja lintasan lurus, sementara di titik lemah lain, dampaknya bisa sangat serius untuk Ducati.

Salah satu penyakit lamanya adalah susah menikung, motor Ducati kalah jauh dari Yamaha dan Suzuki di sektor ini.

Pembalap Italia, Andrea Dovizioso akhir-akhir ini memang seringkali mengeluhkan performa menikung motornya, dan ini salah satu rintangan saat berhadapan dengan rival terkuatnya, Marc Marquez (Repsol Honda).

Akibatnya, tidak semua sirkuit nyaman untuk karaker motor Ducati, hal ini bisa dilihat dari performa Dovi yang masih naik turun sejauh ini.

Contohnya di sirkuit Austin, Jerez, Assen dan Sachsenring, Dovi bersama Ducati hanya sanggup menyelesaikan balapan di luar lima besar.

Karena seringkali kesusahan saat menikung, biasanya Dovi mengakali masalah ini dengan membuka gas lebih cepat.

Tapi teknis itu bisa bermasalah karena ban jadi cepat tergerus. Jadi, kecepatan di tengah tikungan kini mejadi fokus utama pengembangan jangka panjang motor Ducati.

“Kami sadar bahwa performa menikung adalah titik di mana kami bisa meningkat lebih jauh.

Tapi penting juga untuk melanjutkan perkembangan di titik yang jadi kekuatan kami, karena jika hanya fokus ke satu area, Anda berisiko kehilangan keunggulan yang Anda punya di sektor lain,” kata Direktur Teknik Ducati, Davide Barana kepada Autosport, menjelaskan prioritas dalam menangani masalah motor Ducati.

Ducati sudah sejak dulu berusaha keras membuat motor yang mudah dan cepat saat menikung, sayangnya masih belum menemukan formula yang tepat.

“Performa menikung yang lebih baik itu proses yang cukup panjang. Sayangnya, sekarang ini prosesnya masih di tahap trial and error.

Yang jelas Anda butuh waktu untuk mencapai level-level tertentu,” serunya. (DN/eV)

NEXT: Vinales Tak Cemas Dominasi Rookie Quartararo

Bagaimana Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here