Motor Eropa Kuasai MotoGP, Apakah Pabrikan Jepang Ketiduran?

0
81
Motor Eropa Kuasai MotoGP, Apakah Pabrikan Jepang Ketiduran?
Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) MotoGP 2022 / runganSport © MotoGP.

Gigi Dall’Igna mengomentari kondisi MotoGP saat ini, ketika pabrikan Eropa berada di atas pabrikan Jepang. Apa sebenarnya yang terjadi?

ITA, runganSport — MotoGP 2022 yang lalu sukses dikuasai oleh para pabrikan Eropa untuk banyak segi.

Pabrikan-pabrikan Eropa mengoleksi total 15 kemenangan dari 20 Grand Prix.

12 kemenangan dicetak oleh Ducati, 2 kemenangan oleh KTM dan 1 kali oleh Aprilia).

Sementara pabrikan Jepang hanya mencetak lima kemenangan, tiga kali oleh Yamaha dan dua kali dua kali oleh Suzuki.

Honda, pabrikan raksasa Jepang, untuk pertama kalinya mengakhiri musim tanpa kemenangan.

Lebih lanjut, Ducati menyapu bersih “Triple Crown” dengan Francesco Bagnaia sebagai juara dunia.

Bagaimana bos Ducati, Gigi Dall’Igna menjelaskan perkembangan di MotoGP saat ini? Apa yang terjadi dengan pabrikan Jepang, apakah manajemen mereka ketiduran?

“Ketika Anda mendapatkan hasil yang bagus, adalah normal untuk memperlambat perkembangan.

Mereka yang harus mengejar juga mereka yang mengambil risiko lebih banyak, menguji lebih banyak, mengembangkan lebih banyak,” kata General Manager Ducati Corse itu kepada Speedweek.com.

“Sebaliknya, siapa pun yang berada di atas berisiko tersesat. Ini hampir manusiawi,” lanjut Dall’Igna.

“Ini adalah pelajaran penting untuk dipelajari; Anda tidak boleh diam, Anda harus mengembangkan diri dan Anda harus berkembang lebih jauh,” sambung pria Italia itu menjelaskan maksudnya.

MotoGP terus berkembang, tak hanya dari sisi teknis mesin tapi juga format akhir pekan Grand Prix.

Mulai 2023 ini akan ada hadir Sprint Race, yang menurut Dall’Igna akan sangat menarik untuk menonton.

“Sabtu pasti akan menjadi hari yang paling menarik di akhir pekan – dengan kombinasi kualifikasi dan sprint race.

Tingkat adrenalin akan sangat-sangat tinggi.

Secara keseluruhan, saya berharap jika kita semua membuat pengorbanan kecil, kita bisa membuat dunia yang sudah mulia ini semakin bersinar,” demikian harapannya.

Baca: Bos Yamaha: Sprint Race MotoGP 2023 Tak Jelas dan Berisiko

Sprint Race adalah balapan pendek setengah jarak balapan normal. (rs/gp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here