Home Paddock Pengakuan Ducati, Menyesal Pernah Lepas Lorenzo

Pengakuan Ducati, Menyesal Pernah Lepas Lorenzo

Pengakuan Ducati, Menyesal Pernah Lepas Lorenzo
Andrea Dovizioso (Mission Winnow Ducati), Jorge Lorenzo (Repsol Honda) & Gigi Dall’Igna (Ducati Corse) MotoGP Valencia, Spanyol 2019 / runganSport © MotoGP.

Ducati sangat yakin akan menang lebih banyak lagi jika Jorge Lorenzo tak pernah mereka lepas.

Bologna, runganSport — Pembalap Spanyol, Jorge Lorenzo mengejutkan penggemar MotoGP dengan pengumuman pensiunnya di MotoGP final Valencia Novmeber lalu.

Lorenzo keluar dari MotoGP dan berhenti dari Repsol Honda setelah tak memungkinkan balapan lagi karena masalah fisik.

Lorenzo yang naik ke MotoGP pada 2008 silam, telah menghasilkan tiga gelar juara dunia di kelas utama, 68 kemenangan GP semua kelas, ​​152 podium dan 69 posisi pole.

X-Fuera telah membela tiga pabrikan berbeda, yakni Yamaha, Ducati dan Honda.

Dengan Yamaha Lorenzo berhasil menang dan meraih gelar juara dunia, bersama Ducati berhasil menang seri, sayangnya dengan Honda untuk tembus 10 besar saja susah
sekali.

Awal mula dengan tim pabrikan Borgo sebelum ke Honda juga sulit baginya, tapi di musim keduanya Lorenzo akhirnya merayakan tiga kemenangan bersama Ducati.

“Ketika Lorenzo datang kepada kami, tujuannya adalah untuk menantang pabrikan lain dan mencoba untuk meraih gelar juara dunia 2017,” kata bos Ducati Paolo Ciabatti kepada Speedweek.

“Itu tidak terjadi, pada kenyataannya yang terjadi adalah sebaliknya; kami memenangkan enam balapan dengan Andrea Dovizioso dan menantang Marc Marquez (Repsol Honda)
hingga akhir musim di Valencia. Namun, itu adalah waktu yang sangat sulit bagi Lorenzo,” sambung pria Italia itu.

Yang terpenting menurut direktur olahraga Ducati itu bahwa Lorenzo selalu tampil percaya diri.

“Dia tidak pernah kehilangan kepercayaan diri bahwa kesuksesan bisa datang.

Tentu saja, kami juga tidak kehilangan kepercayaan padanya karena kami terus bekerja dan membuat perubahan yang pada akhirnya meningkatkan motor untuk pembalap lain.

Ini sangat tepat dan menuntut, teknisi kami benar-benar harus bekerja siang dan malam untuk mencoba dan membuat motor yang sesuai dengan gaya balapnya.

Itu terjadi -ironisnya- di Mugello, di mana kami memutuskan untuk berpisah pada tahun berikutnya.

Sejak saat itu ia benar-benar salah satu pembalap tercepat. Dia menang di Mugello dengan cara yang fantastis, dia menang dua minggu kemudian di Barcelona dan kemudian di Austria,” kenang Ciabatti dengan nada menyesal.

Lorenzo dipecat oleh Ducati hanya sepuluh hari sebelum kemenangannya di Mugello, yang merupakan kemenangan perdana bersama Ducati pada 2018.

“Sangat disayangkan Lorenzo tidak cocok dengan Desmosedici,” ujar CEO Ducati, Claudio Domenicali sebelum kemenangan Ducati.

Setelah resmi tidak akan mendapat perpanjangan kontrak untuk 2019 dan 2020, Lorenzo malah menghasilkan tiga kemenangan brilian di sisa musim 2018 bersama Ducati.

“Saya pikir dia bisa memenangkan lebih banyak balapan, tapi sayangnya dia mengalami kecelakaan di Aragon dan kemudian kecelakaan terburuk di Thailand,” tambah Ciabatti.

Walau singkat dua tahun dan hanya menang tiga kali, tapi Ciabatti sangat kagum dengan Lorenzo.

“Kami memiliki memotri yang sangat baik tentang dia, dia adalah pria yang hebat.

Mungkin dia adalah karakter yang kontroversial di paddock, tapi jika Anda mengenalnya dengan baik, dia adalah orang yang hebat dengan hati yang besar,” demikian Ciabatti. (DN/eV)

Bagaimana Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here