Home Paddock Pengelola MotoGP Tak Bisa Gelar ‘Balapan Hantu’ di Luar Eropa

Pengelola MotoGP Tak Bisa Gelar ‘Balapan Hantu’ di Luar Eropa

Pengelola MotoGP Tak Bisa Gelar 'Balapan Hantu' di Luar Eropa
Jack Miller (Pramac Racing Ducati) MotoGP Buriram, Thailand 2019 / runganSport © MotoGP.

Dorna Sport menegaskan bahwa tidak akan ada balapan di luar Eropa jika tanpa penonton.

Barcelona, runganSport — MotoGP musim 2020 seharusnya bisa digelar pada 8 Maret lalu di Losail, Doha.

Tapi tiba-tiba wabah virus Corona menyerang dan kelas utama langsung dibatalkan.

Setelah itu, menyusul hampir setengah jadwal berantakan dan ditunda.

Akibatnya, pengelola MotoGP yang dipimpin oleh Dorna Sport mengatur jadwal baru dengan menunjuk Jerez di Andalusia sebagai seri perdana musim ini.

Rencananya balapan akan digelar pada 19 dan 26 Juli mendatang di sirkuit Jerez, tapi dengan syarat balapan hantu, yakni menggelar balapan dengan pintu tertutup, dengan sedikit kru dan petugas, serta tanpa penonton sama sekali di sepanjang arena lintasan.

Tapi, format balapan seperti ini hanya bisa digelar di Eropa, diluar Eropa sangat mustahil, terutama di Asia.

Balapan-balapan di Asia wajib dengan penonton di sirkuit, dan hal ini tak mungkin terjadi di tengah kekacauan global saat ini.

Alasan Asia harus ada penonton adalah untuk menutupi biaya perjalanan., seri Asia yang direncanakan seperti Buriram (Thailand), Motegi (Jepang) dan Sepang (Malaysia) hanya akan berlanjut jika pembatasan Coronavirus telah cukup mereda untuk memungkinkan adanya penonton.

“Gagasan kami adalah menggelar 12-13 seri Grand Prix di Eropa mulai Juli sampai awal November.

Jika balapan Grand Prix dimungkinkan di luar Eropa, kami akan pindah ke Asia dan Amerika antara November dan pertengahan Desember. Mungkin dari awal September kita akhirnya dapat mengumumkan apakah Grand Prix non-Eropa akan terjadi atau tidak,” kata Carmelo Ezpeleta dalam wawancara dengan Fox Sports Asia, sebagaimana dikabarkan Tuttomotoriweb.

Ezpeleta menjelaskan bahwa ada banyak biayanya untuk menggelar seri non-Eropa, dan dengan balapan tanpa penonton akan sulit terlaksana.

“Balapan di Eropa memungkinkan tanpa penonton, tapi pergi ke Asia tanpa penonton sangat sulit karena biayanya.

Jadi kami akan pergi ke Asia jika memungkinkan untuk mengadakan kompetisi dengan penonton yang hadir dan kami sedang berbicara dengan para promotor yang berbeda untuk
mengetahui apakah ini mungkin atau tidak,” konfirmasi pria Spanyol itu.

Thailand telah menjadi tuan rumah kerumunan terbesar dari akhir pekan balapan musim lalu dengan 226.655 penggemar selama akhir pekan, sementara Sepang mengumpulkan 100.000 penggemar pada balapan hari Minggu.

Baca: Suppo: Stoner Bakal Menderita Kalau Lawan Marquez

Karena penjualan tiket (bersama dengan komisi yang dibayar untuk barang, makanan dan minuman) adalah sumber pendapatan utama untuk sirkuit ketika menjadi tuan rumah
acara MotoGP, Dorna kemungkinan harus setidaknya menutupi biaya operasi trek jika harus ada balapan hantu (tanpa penonton). (DN/eV)

Bagaimana Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here