Home Paddock Rahasia Mengerem Marquez Ternyata Mirip Stoner

Rahasia Mengerem Marquez Ternyata Mirip Stoner

Rahasia Mengerem Marquez Ternyata Mirip Stoner
Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) vs Marc Marquez (Repsol Honda) Race MotoGP Buriram, Thailand 2019 / runganSport © MotoGP.

Marc Marquez ternyata menarik tuas rem depan hanya dengan satu jari, memberinya keuntungan untuk memegang setang dengan mantap lewat empat jari lainnya, mirip dengan teknis Casey Stoner.

Berlin, runganSport — Rider asal Cervera, Spanyol, Marc Marquez naik ke MotoGP pada musim 2013 lalu, segera ia mempelajari semua lawan-lawan tangguhnya di kelas utama itu.

Dengan cermat, Marquez belajar dengan cepat dari para musuh-musuhnya.

Mulai dari manuver serangan terhadap Jorge Lorenzo pada 2013 di Jerez, ia mengovertake X-Fuera dengan gaya yang sama seperti pada 2004 di antara Valentino Rossi dan
Sete Gibernau, atau pada 2013 di Laguna Seca ketika Marquez menyalip Rossi di Corkscrew, mirip dengan manuver Rossi vs Casey Stoner di tikungan yang sama pada 2008.

Marquez telah melemahkan lawan-lawannya di MotoGP selama tujuh tahun ini.

Sebuah foto terbaru menunjukkan bagaimana dia mengoperasikan rem depan hanya dengan jari jari (telunjuk), dan masih menghasilkan tekanan rem di angka 9 hingga 11 bar.

Marquez membuat dunia balap motor dengan keberhasilannya yang tak ada bandingannya dan kemampuan balapnya tak bisa digambarkan dengan kata-kata lagi.

Sebagai pembalap tes Honda, Stefan Bradl telah menyaksikan langsung bagaimana kegigihan Marquez dan rahasianya menjadi yang paling kuat.

Pengereman satu jari dulu juga menjadi teknik andalan pembalap asal Australia, Stoner.

Roda belakang terangkat, bagian depan motor benar-benar dikompres habis, Marquez kemudian membawa berat tubuhnya sejauh pada roda belakang.

“Marquez biasa mengerem dengan empat jari, tapi karena dia mengendarai motor MotoGP, dia hanya menggunakan jari telunjuk.

Stoner juga melakukan ‘pengereman satu jari’ saat itu. Dia menggunakan jari tengah saat itu, sedangkan saya menggunakan jari telunjuk dan jari tengah saya,” ujar Bradl mengungkap perilaku pengereman Marquez, sebagaimana dikabarkan Speedweek.

Keuntungan dari metode mengerem satu jari adalah Marquez dapat menggenggam stang motor sebelah kanan dengan empat jari, ini memberikan kekuatan penopang secara optimal.

Kemampuan fisik Marquez juga tak perlu dipersoalkan lagi, karena dia memang harus punya jari telunjuk yang sangat kuat, karena sistem Brembo membutuhkan tekanan rem 9 hingga 11 bar pada pengereman maksimum.

Di sirkuit macam Motegi di Jepang nanti, Marquez akan dapat memainkan keterampilan pengeremannya dengan sempurna lagi, karena ada tiga tikungan yang butuh manuver berat dengan pengereman keras di tikungan 5, 9 dan 10. (DN/eV)

Bagaimana Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here