Home Paddock Strategi Ducati Bekuk Marquez di 2019

Strategi Ducati Bekuk Marquez di 2019

Strategi Ducati Bekuk Marquez di 2019
Marc Marquez vs Andrea Dovizioso, MotoGP 2018 / runganSport © MotorSport.

Bologna, runganSport — Sejak naik ke MotoGP pada musim 2013 lalu, pembalap Repsol Honda, Marc Marquez sampai 2018 selalu berhasil menjadi juara dunia, kecuali pada tahun 2015.

Musim 2015 menjadi satu-satunya kegagalan Marquez di kelas utama sejauh ini, saat itu Marquez dikalahkan oleh pembalap Spanyol lainnya, Jorge Lorenzo ketika masih membela Movistar Yamaha.

Tapi dalam dua tahun terakhir ini, 2017 dan 2018, nama rider Italia Andrea Dovizioso yang membela Ducati Team telah menjadi pesaing paling tangguh bagi Marquez.

Performa motor Desmosedici yang semakin kompetitif dari musim ke musim membawa Ducati bersaing di level paling atas.

Dovi yang menjadi tulang punggung Ducati telah berhasil dua kali meleportkan Marquez dan berhasil menjadi runner-up berturut-turut di 2017 dan 2018.

Meski sudah dua kali kalah dari Honda dalam dua musim terakhir, pihak Ducati yakin Dovi masih berpelung untuk mengalahkan The Baby Alien.

Pimpinan Ducati, Claudio Domenicali sangat yakin kalau Marquez masih bisa dikalahkan oleh pembalap andalan mereka, ‘DesmoDovi’.

“Melihat peforma dua musim kebelakang, sudah jelas kalau Marquez jadi favorit juara dunia lagi,” kata Domenicali kepada GPOne.

Marquez dan Honda adalah kombinasi yang seimbang, membuat mereka mencapai level paling tinggi di kompetisi ini.

Meski demikian, bukan berarti Marquez tak bisa dikalahkan, kami sedang berusaha keras untuk mewujudkan hal itu,” tambah pria Italia itu.

Untuk musim 2019 ini Ducati bakal menduetkan Dovi dengan pembalap Italia lainnya, Danilo Petrucci.

Petrucci ditunjuk langsung oleh Ducati untuk menjadi pengganti Lorenzo yang pindah ke Repsol Honda.

Meski keputusan ini sedikit gegabah dan tidak tepat, tapi Ducati sangat yakin dengan paket mereka di tahun ini.

“Soal hubungan Marquez dan Lorenzo di Repsol Honda nanti, belum ada yang tahu pasti karena ini masih awal.

Kita harus melihat bagaimana cara persaingan mereka dan bagaimana mereka menghadapi balapan.

Kita akan melihat apakah dua ayam jantan dalam satu kandang bisa menimbulkan masalah atau malah mampu tampil harmonis,” pungkasnya.

Lorenzo sejauh ini punya catatan buruk soal rekan satu tim, selama di Yamaha ia selalu berselisih paham dengan Valentino Rossi, punya hubungan yang cukup solid dengan Ben Spies dan sedikit panas ketika bertandem dengan Dovi selama dua musim di Ductai. (DN/eV)

NEXT: Mudahnya Marquez Pecahkan Rekor Gelar Rossi