Suppo: Pol Harusnya Dipecat Karena Hina Honda dengan Konsesi

0
8444
Suppo: Pol Harusnya Dipecat Karena Hina Honda dengan Konsesi
Pol Espargaro (Repsol Honda) MotoGP Jerez, Spanyol 2021 / runganSport © MotoGP.

Livio Suppo menganalisis momen krisis Honda saat ini, termasuk menanggapi pernyataan Pol Espargaro terkait konsesi.

Roma, runganSportPabrikan asal Jepang, Honda yang tampil di MotoGP dengan dua tim, satu tim pabrikan Repsol Honda dan satu tim Satelit LCR Honda Castrol/Idemitsu, sedang mengalami salah satu periode tergelap dalam sejarahnya di MotoGP.

Krisis Honda saat ini menurut mantan kepala tim, Livio Suppo, sudah berlangsung lama dalam beberapa tahun, terakhir, hanya saja pada saat itu masih bisa ditutupi oleh bakat rider Cervera, Marc Marquez.

Hingga pada akhirnya juara dunia delapan kali itu mengalami cedera parah pada Juli 2020 lalu, dan seketika masalah Honda terbuka lebar.

Tanpa Marquez, Honda yang bisa menang menjadi motor paling susah mendapatkan hal itu, sampai di Sachsenring 2021, ketika Marquez menjadi juara di sirkuit idelanya.

“Tugas kami adalah mendapatkan hasil yang bagus. Itu berjalan sangat baik dengan Casey Stoner, Marc Marquez dan motornya.

Kami juga bersama Dani Pedosoa yang cepat dan Cal Crutchlow juga memenangkan beberapa balapan,” ucap Livio Suppo berbicara kepada Speedweek, sebagaimana dimuat Tuttomotoriweb.

“Saya pikir kami sudah mencapai tujuan. Kami membawa HRC kembali seperti semula,” sambungnya mengenang.

Honda mengalami penurunan yang sepertinya tidak ada jalan kembali, hal ini juga dikarenakan fokus perkembangan mesin RC213V hanya untuk Marquez.

“Pada 2017 dan 2018 Pedrosa mengalami masalah dengan motornya. Ini adalah tanda bahwa perkembangan hanya mengarah ke arah yang hanya bisa ditangani Marquez.

Saya juga mengalaminya di Ducati bersama Casey Stoner. Itu adalah situasi yang serupa dan saya tahu bahwa jika segala sesuatunya tidak berjalan dengan benar, bahkan seorang juara akan mendapat masalah,” terangnya.

Sepanjang 2020 kemarin Honda tampil tanpa kemenangan, dan di paruh pertama 2021 ini hanya berhasil menang satu kali, bahkan di tangan Marquez Honda berubah menjadi motor yang sulit. Hal ini juga karena kondisi fisik yang belum optimal.

Sementara kedatangan Pol Espargaro sejauh ini tidak membawa manfaat apapun, dan menurut Suppo, Pol sedikit keterlaluan terkait konsesi untuk Honda.

“Saya pikir itu keterlaluan. Saya pikir pendiri, Soichiro Honda akan memecatnya karena membuat pernyataan seperti itu.

Tapi itu menandakan situasi Honda sangat krisis,” demikian pria Italia itu.

Pol memang sempat mengatakan akan senang jika Honda akhirnya mendapat konsesi, karena bisa menguji motor tanpa batas.

Tapi meski Honda tampil sangat buruk, mereka tidak akan turun ke level konsesi. Dorna, MSMA dan IRTA dengan suara bulat memutuskan bahwa status pabrikan pada tahun 2020 dan 2021 tidak dapat diubah jika terjadi kegagalan.

Baca: Poncharal Ungkap Rahasia Gardner Tiba-tiba Jago di Moto2

Hanya hilangnya hak konsesi yang mungkin terjadi meskipun ada pandemi Covid – seperti yang dialami KTM setelah sukses di tahun 2020. (DN/eV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here