Teknologi Ducati Tak Sanggup Tandingi Skill Marquez

5
13048
Teknologi Ducati Tak Sanggup Tandingi Skill Marquez
Andrea Dovizioso (Mission Winnow Ducati) vs Marc Marquez (Repsol Honda) Race MotoGP Red Bull Ring, Austria 2019 / runganSport © MotoGP.

Ketika berhadapan dengan pembalp seperti Marquez, motor dengan segudang fitur canggihpun akan tetap sulit mengalahkannya.

Roma, runganSport — Ducati Corse dengan motor andalannya di MotoGP, Desemosedici telah melahirkan banyak perangkat dan fitur berteknologi tinggi.

Beberapa diantanya juga ditiru oleh para rival.

Advertisements

Tahun 2020 kemarin pabrikan Bologna itu menurunkan empat motor pabrikan sekaligus, dua untuk Mission Winnow Ducati dan dua untuk Pramac Racing.

Tapi kenapa Ducati masih gagal juara dunia, motor dengan segudang fitur harus kalah dengan mesin Suzuki yang terlihat lebih sederhana.

Apakah banyak fitur malah membuat motor terlalu rumit bagi pembalap merea?

“Itu pertanyaan yang rumit,” akui Direktur Olahraga Ducati, Paolo Ciabatti dalam wawancara dengan Speedweek.

“Rupanya Suzuki lebih mudah dikendalikan, misalnya. Ketika kami membuat desain motor di Ducati, kami mengharapkan musim normal. Namun apa yang terjadi pada 2020 karena pandemi itu tidak bisa diprediksi.

Advertisements

Di musim normal, Anda tahu berapa banyak waktu yang Anda miliki untuk menyempurnakan dan meningkatkan ide-ide baru Anda, misalnya dengan pembalap penguji.

Namun di tahun lalu (2020), pembalap reguler tiba-tiba tidak bisa balapan atau tes selama lima bulan dari Februari hingga Juli.

Banyak jadwal gagal. Selain itu, departemen balap ditutup selama hampir dua bulan sejak Maret,” ceritanya.

Karena 2020 terganggu pandemi dan balapan dengan musim yang sangat pendek, sangat mempengaruhi perkembangan teknologi Ducati, justru motor yang berkembang adalah motor
yang sederhana, karena tak butuh banyak waktu untuk penyesuaian.

Berbicara masalah lain di tahun-tahun sebelumnya di musim kompetisi yang normal, pakar strategi Ducati harus menerima kekatakan dari jagoan Repsol Honda, Marc Marquez.

Yang pada tahun 2019 misalnya, anak Cervera itu berhasil menjadi juara dunia tanpa ‘perangkat start’, tanpa ‘pengatur ketinggian berkendara’ dan tanpa spoiler roda belakang.

“Ketika Anda membawa Marquez ke dalam permainan, kami berbicara tentang seorang pembalap yang luar biasa.

Saya tidak ingin mengecewakan siapa pun di Honda. Tapi saya pikir musim 2020 telah menunjukkan bahwa Marquez telah membuat perbedaan besar di Honda selama bertahun-tahun,” akui Ciabatti.

“Karena di tahun 2020 Nakagami menjadi pembalap Honda terbaik. Alex Marquez jelas menunjukkan penampilan bagus di sepertiga terakhir musim ini, terutama di Aragon dia super kompetitif. Hal yang sama berlaku untuk Stefan Bradl, yang semakin kuat di akhir musim.

Tapi tidak bisa disangkal; Marquez telah menjadi tokoh kunci di tim pabrikan Honda selama enam atau tujuh tahun,” jelas pria Italia itu.

Baca: Bikin Silau, Honda Pamer Motor Baru Pol di Atas Gunung

Musim 2020 yang sangat mengecewakan bagi Repsol Honda adalah bukti bahwa peran Marquez sangat penting. (DN/eV)

Advertisements

5 COMMENTS

    • Betul ,saya yakin bngt markuez ga bs juara pake motor lain ,, dan juga knp pmbalap honda yg lain sudah pake motor honda ,,karena honda cuma fokus ke motor markuez

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here