Home Paddock Terkuak Alasan Yamaha Pilih Rookie Lorenzo Pada 2008

Terkuak Alasan Yamaha Pilih Rookie Lorenzo Pada 2008

Terkuak Alasan Yamaha Pilih Rookie Lorenzo Pada 2008
Lin Jarvis (Monster Energy Yamaha) & Jorge Lorenzo (Repsol Honda) MotoGP Valencia, Spanyol 2019 / runganSport © MotoGP.

Valentino Rossi dulu sempat ingin meninggalkan Yamaha dan pindah ke balap mobil, hal itulah yang membuat Yamaha cepat-cepat menjadi pembalap pengganti yang dirasa sepadan, nama Jorge Lorenzo muncul sebagai kandidat terbaik.

Madrid, runganSport — Pembalap asal Spanyol, Jorge Lorenzo melakukan debut kelas utama MotoGP pada musim 2008 silam bersama Yamaha MotoGP.

Ia bertandem dengan pembalap Italia, Valentino Rossi sejak saat itu sampai akhir 2010, kemudian berbagi paddock dengan rider Amerika Serikat, Ben Spies pada 2011 dan 2012. Setelah itu kembali berduet dengan Rossi mulai 2013 sampai akhir 2016.

Lorenzo kemudian pindah ke Ducati di 2017 dan pindah lagi ke Repsol Honda dari 2019, pada akhirnya ia pensiun sebagai tandem Marc Marquez.

Lorenzo adalah seorang juara dunia tiga kali MotoGP; 2010, 2012 dan 2015, semuanya diraih bersama Yamah.

Tapi apa sebenarnya alasan Yamaha dulu mau memilih Lorenzo sebagai pembalap mereka?

“Jika Anda bertanya kepada saya bagaimana saya akan menggambarkannya dalam satu kata, dia ‘keras kepala’,” kata manajer tim Yamaha, Lin Jarvis kepada MotoGP, sebagaimana dimuat Motorsport-Total.

“Dia tangguh pada dirinya sendiri, tangguh pada lawan-lawannya dan seorang juara hebat,” sambung pria Inggris itu.

Kenny Roberts, Eddie Lawson, Wayne Rainey dan Lorenzo masing-masing memenangkan tiga gelar dunia bersama Yamaha, sementara itu Rossi empat kali bersama Yamaha menjadi juara dunia.

Pada 2008, Lorenzo menggantikan Colin Edwards, yang beralih ke tim Satelit Tech3. Tapi apa alasan dibalik perekrutan X-Fuera kala itu?

“Ini cerita yang menarik, Rossi bergabung dengan kami pada tahun 2004 dan kami memenangkan dua gelar juara dunia (sebelum kedatangan Lorenzo), dan hampir mendapat gelar pada tahun 2006.

Rossi dengan serius mempertimbangkan untuk beralih ke balap mobil terancam meninggalkan kami.

Jadi kami harus mencari seseorang yang bisa mengikuti Rossi, yang tentu saja tidak mudah, Anda membutuhkan seseorang dengan bakat luar biasa dan naluri pembunuh, seperti yang telah kita lihat pada diri Lorenzo di kelas yang lebih kecil, itulah yang menarik bagi kami dan kami sudah memulai pembicaraan,” kenang Jarvis.

Yang lebih menariknya lagi adalah bahwa Lorenzo menjadi satu-satunya pembalap sejauh ini yang sanggup menjadi juara dunia di era Marquez.

“Dia seorang perfeksionis dan akan selalu mencari limit.

Itu hal bagus untuk menjadi juara, dia istimewa dan dia salah satu juara terbaik yang pernah kami lihat di MotoGP,” puji Jarvis pada mantan ridernya itu.

Sekarang Lorenzo telah pensiun di akhir 2019, tapi hal ini ternyata tidak mengejutkan Jarvis.

“Lorenzo mengalami banyak masalah tahun ini, ada sesuatu yang hilang dan dia tidak percaya pada motornya, sehingga tidak mengejutkan saya bahwa dia memutuskan untuk untuk mengakhiri karirnya di akhir musim,” demikian Jarvis. (DN/eV)

Bagaimana Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here