Home Paddock Ternyata Ini Penyebab Kenapa Yamaha Keok di 2018

Ternyata Ini Penyebab Kenapa Yamaha Keok di 2018

Ternyata Ini Penyebab Kenapa Yamaha Keok di 2018
Paolo Ciabatti, Livio Suppo & Lin Jarvis, MotoGP / runganSport © MotorSport Week.

Valencia, runganSport — Bos Tim Movistar Yamaha MotoGP, Lin Jarvis, mengatakan bahwa masalah sepanjang MotoGP tahun 2018 yang dialami pabrikan Iwata itu merupakan “konsekuensi” dari kesalahan yang dibuat “dua tahun lalu”, yakni musim 2016.

Yamaha melewatkan 25 balapan antara kemenangan Valentino Rossi di Assen tahun 2017, dan keberhasilan podium utama Maverick Vinales di Phillip Island 2018, menjadi puasa kemenangan terpanjang dalam sejarah kelas premier.

Baik Rossi maupun Vinales yang mengakhiri musim 2018 di posisi ketiga dan keempat klasemen, berjuang dan sangat kesulitan sepanjang tahun dengan masalah mesin M1 dan elektronik.

Ketika ditanya selama konferensi pers khusus untuk bos tim di Valencia, Jarvis mengatakan ada kesalahan di masa lampau (2016) yang dimuat Yamaha.

“Kesalahan besar, saya tegaskan tidak ada kesalahan tunggal yang terjadi pada 2018,” kata Jarvis seperti diberitakan MotorSport.

“Saya pikir karena tidak benar-benar memahami masalah dua tahun lalu adalah kesalahan.

Jadi semua yang terjadi musim ini (2018) adalah konsekuensi dari tidak mengambil keputusan yang tepat di masa lalu.

Dan saya pikir di tengah musim akhirnya menjadi sangat jelas apa yang harus kami lakukan.

Tapi kami sudah berada di belakang para pesaing kami, khususnya di belakang Ducati dan saya pikir dibelakang Honda juga,” terang pria Inggris itu.

Di klasemen pabrikan, Yamaha jelas kalah dari Honda dan Ducati, hanya menempati posisi ketiga dengan 94 poin.

Ini menjadi musim perdana bagi pabrikan Yamaha finis di luar dua besar klasemen konstruktor sejak musim 2007 lalu.

Salah satu pembalap mereka, Rossi sangat setuju dengan apa yang diutarakan Jarvsi, Rossi menyebut Yamaha sudah salah langkah dalam menyelesaikan masalah M1.

“Ya, bagi saya pada akhir musim 2016 lalu kami punya beberapa masalah,” jelas rider Italia itu.

“Kami memang bisa tampil dengan komeptitif, tapi kami sangat kesulitan terkait penggunaan ban, sementara pabrikan lain para pesaing kami tampaknya langsung membuat langkah besar.

Sayangnya pihak kami berusaha memperbaiki masalah ini bukan dengan hal yang benar.

Kami mencoba bekerja pada sasis, pada distribusi berat, terutama untuk saya, kami harus bekerja di area lain seperti elektronik dan mesin,” keluh Rossi menyimpulkan. (DN/eV)

NEXT: KTM: Pedrosa Bakal Jajal KTM Pertengahan Desember