Home Paddock Terungkap Penyebab Motor Rossi Selalu Bermasalah

Terungkap Penyebab Motor Rossi Selalu Bermasalah

Terungkap Penyebab Motor Rossi Selalu Bermasalah
Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha) MotoGP Phillip Island, Australia 2019 / runganSport © MotoGP.

Elektronik standar Magneti Marelli telah wajib di MotoGP sejak 2016. Lin Jarvis mengakui Yamaha sangat kesulitan karena perubahan ini.

Madrid, runganSport — Direktur Balap Yamaha MotoGP, Lin Jarvis mengakui bahwa salah satu kendala motor Yamaha M1 adalah elektronik, yang mulai diseragamkan pada 2016 dengan munculnya, Magneti Marelli.

“Motornya masih bagus di tahun 2016. Kami tidak kehilangan posisi pada saat perangkat lunak dan perangkat keras yang seragam datang.

Lalu kami menyimpang dari jalur dan lawan kami mendapat manfaat karena arah pengembangan yang benar dan bekerja lebih baik,” ujar Jarvis sebagaimana dimuat Speedweek.

Bahkan di musim 2017 Yamaha sempat tampil kuat dengan pembalap baru mereka, Maverick Vinales.

Jagoan Spanyol itu membuka musim debut dengan Yamaha lewat tiga kemenangan dalam lima balapan pertama 2017, tapi setelah itu Vinales tanpa kemenangan sampai GP Australia 2018.

Rekan setim Vinales, Valentino Rossi lebih menderita lagi, karena sejak pertengahan 2017 sudah tak pernah menang balap lagi.

Jadi, apakah pengenalan unit ECU seragam membuat Yamaha kesulitan? Sebagai perbandingan, ada total 30 balapan MotoGP dimenangkan Yamaha dari 2012 hingga 2015. Sementara sejak 2016 sampai sekarang hanya ada 13 kemenangan.

“Ya, saya pribadi percaya itu. Kami meremehkan pentingnya memahami perangkat lunak ini dan mencari solusi yang berbeda.

Saya pikir kami terlalu sibuk di rumah karena perangkat lunak kami sendiri berada pada tingkat yang sangat tinggi.

Pada saat itu kami bahkan punya keunggulan dibandingkan banyak rival, kami kehilangan itu. Kami mencoba melakukannya dengan logika, pemahaman, dan metode kami sendiri, daripada melakukannya secara berbeda,” akui Jarvis.

Di saat yang sama, pabrikan lawan Yamaha malah bereaksi lebih cepat dan membawa karyawan Magneti Marelli ke pabrikan masing-masing.

“Honda mendapatkan Filippo Tosi. Dia adalah salah satu dari mereka (Magneti Marelli), tapi mereka juga punya orang Italia lain yang telah bekerja mengembangkan perangkat lunak ini.

Saya percaya bahwa pendekatan mereka jauh lebih terbuka dan komprehensif ketimbang pendekatan kami.

Saya pikir itu adalah titik di mana kita pergi ke jalur (pengembangan) yang salah dan mundur,” tegas pria Inggris itu.

Baca: Repsol Honda Rilis Motor Baru 4 Februari di Jakarta

Untuk mengejar ketertinggalan, Yamaha akhirnya mendatangkan insinyur elektronik Ducati, Marco Frigerio, yang akan bekerja untuk Yamaha mulai tahun 2020 ini. (DN/eV)

Bagaimana Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here