Home Paddock Terungkap Rahasia Settingan Ban Marquez

Terungkap Rahasia Settingan Ban Marquez

Terungkap Rahasia Settingan Ban Marquez
RC213V Marc Marquez (Repsol Honda) MotoGP 2018 / runganSport © Motorsport Magazine.

Selama ini seringkali beredar isu ‘ban ghoib’ Marc Marquez, padahal kinerja ban sangat ditentukan oleh banyak faktor pada settingan motor dan peran pembalap itu sendiri.

Jerez, runganSport — Salah satu yang menjadi hal paling penting bagi seorang pembalap dan timnya ketika menghadapi akhir pekan balap MotoGP adalah masalah ban.

Untuk Michelin, ini menjadi satu-satunya merek yang bolah dipakai di MotoGP, menghadirkan tiga pilihan untuk pembalap, dan kadang-kadang membawa opsi lebih banyak di beberapa sirkuit tertentu.

Terutama untuk sesi balapan, yang biasanya berlangsung di atas 20 lap, pemilihan ban akan sangat menentukan laju seorang pembalap, jika salah pilih ia bisa terjebak dalam kecepatan yang tak mampu melawan saingan mereka.

Pemilihan ban hanya masalah awal, karena sepanjang race seorang pembalap juga harus mampu mengontrok pemakaiaan ban, jangan sampai tergerus habis sebelum bendera finis
berkibar.

Salah satu pembalap yang jago urusan ban adalah rider Repsol Honda, Marc Marquez, jarang salah pilih dan mumpuni dalam mempertahankan kinerja Michelin sampai lap terakhir, walau karakter balapnya yang sangat agresif.

Bagian-bagian sirkuit tentu berbeda, mulai dari pengereman tegak, masuk tikungan, menikunng, area traksi, akselerasi tegak, dan grip ban menjadi limit semuanya.

Saat pengereman tegak, ban belakang biasanya terangkat, dipertengahan tikungan ban depan dan belakang berada pada limit tepinya, lalu saat akselerasi tegak keluar tikungan biasanya giliran ban depan yang terangkat.

Michelin sangat peka dalam hal pengaturan motor, jadi harus ada penyesuaian tepat pengiriman torsi dengan karakter ban.

“Sebagaimana yang Anda katakan, Michelin sedikit lebih lembut.

Selama Anda berada di jalur yang baik, potensi ban sangat tinggi, mereka sangat bagus dalam hal waktu lap dan konsistensi.

Tapi begitu Anda keluar dari jalur untuk mengendalikan ban maka itu menjadi bencana,” kata Takeo Yokoyama, yang menjabat manajer teknis HRC.

“Sangat sulit mempelajari karakter ban. Dari sisi kontrol, terutama dari elektronik, kami mencoba untuk mendapatkan optimasi terbaik untuk mendapatkan hasil maksimal dari ban.

Jadi pembalap, dan Marc sangat pandai memahami apa yang mereka bicarakan. Jadi ini kombinasi pekerjaan dari pembalap dan insinyur,” tambah pria Jepang itu dalam wawancara dengan Motorsport Magazine. (DN/eV)

2 COMMENTS

Bagaimana Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here