Terungkap! Razali Kutuk Rossi Tak Bisa Juara Karena Sakit Hati 2005

0
1612
Terungkap! Razali Kutuk Rossi Tak Pernah Juara Karena Sakit Hati 2005
Lin Jarvis (Monster Energy Yamaha) & Razlan Razali (Petronas Yamaha SRT) MotoGP Buriram, Thailand 2019 / runganSport © Paddock-GP.

Razlan Razali mengatakan sakit hati karena pernah diabaikan Valentino Rossi pada tahun 2005 silam, karena itu dia mengutuk sang pembalap tak akan pernah bisa juara dunia lagi.

Kuala Lumpur, runganSportPembalap asal Italia, Valentino Rossi akhirnya memutuskan untuk pensiun dari MotoGP setelah akhir musim 2021 yang lalu.

Tim Satelit Petrona Yamaha SRT menjadi penutup karir panjang The Doctor di Grand Prix.

Skuad asal Malaysia itu dipimpin oleh Razlan Razali, yang disebutkan tak punya hubungan yang terlalu baik dengan Rossi.

Rossi tampil sangat buruk di tahun terakhirnya, jangan untuk kemenangan atau podium, tembus sepuluh besar saja susahnya minta ampun.

selain karena hasil, ada dugaan hubungan kurang baik antara Razali dan Rossi, bisa jadi penyebab mereka tak lagi bekerja sama, membuat Rossi memilih pensiun, mungkin?

“Sejujurnya, saya seharusnya tidak mengambil Valentino Rossi.

Kami selalu mendapat kesan bahwa tidak akan ada alternatif selain dia, kami merasakan tekanan dari Yamaha, tekanan yang pada akhirnya tidak ada.

Saya pikir sebaliknya Rossi memberi tekanan pada dirinya sendiri.

Waktu terus berjalan, tapi dia menginginkan kemenangan. Pikiran dan keinginannya menginginkan ini, tetapi fisiknya tidak memungkinkan,” kata Razali ketika diwawancarai Speedweek di akhir musim 2021 yang lalu.

Namun, hubungan yang sudah sangat tegang selama beberapa waktu, yang lebih lanjut mendorong Rosi untuk memilih pensiun dari MotoGP.

Dalam siaran dokumenter di Amazon Prime berjudul ‘MotoGP Unlimited’, Razali mengomentari pilihan untuk mengambil pembalap Italia dan kelakar dari masa lalu.

“Rossi adalah situasi khusus, kami ingin melihat apa yang bisa kami lakukan dengannya.

Tujuannya adalah untuk berkompetisi dengannya, dan jika kami bisa melakukannya, itu akan fantastis, itu berarti tim bisa melakukan sesuatu yang positif.

Sebagai seorang pemuda (dulu), saya adalah penggemar beratnya, tapi saya punya kenangan negatif tentang suatu peristiwa yang terjadi pada tahun 2005,” tutur Razali kepada Tuttomotoriweb.

“Dia (Rossi) sibuk dalam beberapa tes Pra-musim, saya menghampirinya dan memintanya untuk meminta tanda tangannya.

Dia mengabaikan saya tanpa menarik napas, saya melemparkan semacam kutukan, berharap dia tidak pernah memenangkan gelar lagi.

Sejak saat itu, saya kehilangan minat padanya, sampai saat kami ditawari kesempatan untuk mempekerjakannya.

Hidup dan karma bekerja seperti ini, itu terjadi. Saya tidak pernah memberitahunya tentang itu,” demikian jelas pria Malaysia itu.

Baca: Martin Ingatkan Acosta Jangan Dulu Naik ke MotoGP

Selama bersama di tim Petronas musim 2021 lalu, Razali tak pernah menceritakan kejadian itu kepada Rossi. (DN/eV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here