Home Paddock Yamaha Terpuruk Karena Ditinggal Lorenzo?

Yamaha Terpuruk Karena Ditinggal Lorenzo?

Yamaha Terpuruk Karena Ditinggal Lorenzo?
Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha) MotoGP Brno, Ceko 2019 / runganSport © MotoGP.

Anda boleh bilang kalau kami kesulitan setelah ditinggal oleh Lorenzo, tapi penyebabnya bukan karena Lorenzo meninggalkan kami,- Lin Jarvis.

Spielberg, runganSport — Sembilan musim membela Yamaha di MotoGP, pembalap Spanyol, Jorge Lorenzo telah menghasilkan tiga gelar juara dunia, pada 2010, 2012 dan 2015 kemarin.

Kombinasi Lorenzo-Yamaha juga satu-satunya pembalap yang berhasil menjadi juara dunia ketika Marc Marquez – Honda mendominasi di MotoGP.

Di tangan Lorenzo, walaupun saat gagal menjadi juara dunia, tapi setidaknya Yamaha masih punya power untuk terus bertarung di barisan depan.

Lorenzo meninggalkan Yamaha di akhir musim 2016 yang lalu, setelah itu mulai 2017, Yamaha mulai sedikit merasakan kemenanangan.

Apakah kemunduran dan keterpurukan Yamaha saat ini dengan segala masalahnya karena faktor ketiadaan Lorenzo?

Manajer tim Yamaha MotoGP, Lin Jarvis menyatakan bahwa kepergian Lorenzo bukan penyebab mengapa Yamaha sekarang dalam kondisi yang sulit.

Menurut pria Inggris itu, Yamaha tertinggal dari pabrikan lain lebih karena masalah elektronik, di sektor ini Yamaha benar-benar berada di belakang.

“Anda boleh bilang kalau kami kesulitan setelah ditinggal oleh Lorenzo, tapi penyebabnya bukan karena Lorenzo meninggalkan kami,” kata Jarvis kepada Motorsport-Total.

Sebelumnya, Yamaha tampil baik dengan menggunakan elektronik masing-masing, tapi begitu diseragamkan dengan Magneti Marelli, dominasi Yamaha perlahan mulai pudar.

“Yang sebenarnya menyulitkan kami adalah perkenalan dari komponen elektronik yang terintegrasi.

“Pada tahun 2016, kami masih bisa tampil bagus, itu karena tim-tim lain lebih dahulu berubah, tapi Yamaha mulai tertinggal sejak 2017 dan belum juga mengejar sejak saat itu.

Kami telah meremehkan dampak dari perubahan elektronik, itu yang sebenarnya menyakiti kami,” akui Jarvis.

Yamaha sebenarnya sudah mulai bermasalah dengan elektronik sejak 2016, tapi dampak besarnya mulai terasa pada 2017, sampai saat ini Yamaha masih belum mampu menemukan jalan keluarnya.

Sejauh ini dengan duet Valentino Rossi-Maverick Vinales, yang terbentuk di awal 2017, Yamaha baru menang enam kali, yang paling parah adalah 25 seri beruntun tanpa kemenangan.

Senin (5/8) kemarin, Yamaha memperkenalkan prototipe awal mesin untuk 2020 mereka, yang diharapkan membawa perubahan besar agar Rossi dan Vinales bisa kembali menguasai barisan depan.

Rossi sendiri setelah hanya finis keenam di balapan MotoGP, keluhan utamanya masih seputar elektronik, yang memang selalu menyiska Yamaha selama ini. (DN/eV)

NEXT: Nakagami: Crutchlow Marah Karena Senggolan Catalunya

Bagaimana Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here