Home Paddock Zarco Bisa Kembali, KTM Masih Tunggu Jawaban Pedrosa?

Zarco Bisa Kembali, KTM Masih Tunggu Jawaban Pedrosa?

Zarco Bisa Kembali, KTM Masih Tunggu Jawaban Pedrosa?
Johann Zarco (Red Bull KTM Factory Racing) MotoGP Spielberg, Austria 2019 / runganSport © Speedweek.

Beberapa nama mulai muncul sebagai pengganti Johann Zarco di Red Bull KTM Factory Racing 2020, apakah KTM masih menunggu Dani Pedrosa?

Silverstone, runganSport — Usai balapan seri Austria beberapa pekan lalu, rider asal Prancis, Johann Zarco mengejutkan publik dengan pengumuman perpisahannya dengan Red Bull KTM Factory Racing mulai akhir musim 2019 ini.

Artinya, Zarco meninggalkan satu kursi kosong di tim utama KTM untuk tahun 2020.

Sementara kontrak pembalap rata-rata baru akan habis di akhir 2020, situasi ini sedikit menyulitkan KTM dalam mencari pengganti Zarco karena hampir semua pembalap masih terikat kontrak.

Sebelumnya, telah muncul nama teratas dari pembalap penguji mereka sendiri, yakni Dani Pedrosa.

Rider asal Spanyol itu dengan tegas menyebut bahwa ia tak punya rencana untuk kembali ke MotoGP, artinya Pedrosa tidak bersedia menjadi pengganti Zarco untuk 2020.

Meski demikian, KTM rupanya masih membujuk dan sedang menunggu jika Pedrosa tiba-tiba berubah pikiran dan mau menjadi penerus Zarco.

Di sisi lain ada beberapa nama yang diisukan ingin merapat ke KTM untuk 2020, termasuk tiga pembalap asal Jerman, Stefan Bradl, Jonas Folger dan Marcel Schrotter.

Selain itu ada juga yang menyebut nama rider asal Australia, Remy Gardner dan bintang Superbike, Alvaro Bautista.

Karena waktu masih cukup banyak dan KTM hanya perlu mencari pembalap untuk 2020 saja, saat ini pihak KTM sedang mengamati situasi dengan sabar dan cerdas, tak ingin mengambil langkah buru-buru untuk pengganti Zarco.

“Pada dasarnya, kami hanya perlu menjembatani musim 2020,” kata manajer tim Red Bull KTM Factory Racing, Mike Leitner kepada Speedweek.

Untuk sejauh ini, pihak KTM mengaku belum mengontak satu pun calon penerus Zarco.

“Kami belum menghubungi satu pun pembalap, karena kami ingin menyelesaikan beberapa hal dengan tenang.

Maka kita akan membuat keputusan, saya tidak ingin mengatakan sekarang apakah seorang pembalap Jerman dapat menjadi masalah dengan kami.

Kami memutuskan untuk tidak menyebutkan apa pun dan itu punya alasan yang bagus. Jika kita mengantongi nama sekarang, itu akan segera menjadi rumor. Kami ingin berpikir dulu dengan tenang,” sambung Leitner.

Zarco sudah memutuskan akan pisah dengan KTM setelah musim ini berakhir, tapi masih ada sekitar delapan seri balap lagi yang akan dijalani Zarco bersama KTM.

Andai di tengah jalan Zarco mulai merasa nyaman dan kompetitif dengan KTM di sisa musim ini, apakah KTM masih menerima Zarco jika ia ingin kembali untuk 2020?

“Saat ini kami punya ruang di kedua sisi. Zarco dapat mengklarifikasi peluang apa yang muncul untuknya.

Pada saat bersamaan kita bisa melihat-lihat. Ini positif untuk kedua belah pihak atau tidak?

Sekarang kita harus menunggu dan melihat bagaimana sisa musim ini bersamanya. Bahwa dia akan tinggal bersama kami untuk tahun 2020 adalah opsi yang saya tidak benar-benar percaya.

Jika ya, maka kedua belah pihak harus membuat perjanjian baru,” jelas Leitner.

Apakah artinya pintu KTM selalu terbuka untuk Zarco?

“Saya tidak bisa berbicara soal ini mewaliki Stefan Pierer dan Pit Beirer. Kami belum pernah membahas kemungkinan ini.

Saya pada titik di mana saya mengatakan balap dapat mengubah segalanya dengan sangat cepat, itulah maksudnya.

Meski demikian, saya tidak bisa membayangkan opsi ini. Tetapi jika Zarco secara konsisten masuk sepuluh besar mulai sekarang dan tiba-tiba mendapat perasaan yang hebat, mengapa tidak bicara? Tapi pertama-tama kita harus melihat apa yang dia capai,” tambah Leitner menerangkan. (DN/eV)

NEXT: Motor Quartararo Lebih Rendah 500 RPM dari M1 Rossi

Bagaimana Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here